Sejak akhir abad ke-19, perempuan di berbagai penjuru dunia menuntut satu hal yang sederhana namun radikal pada masanya: diakui sebagai subjek, bukan sekadar pelengkap rumah tangga. Gelombang pertama berfokus pada hak memilih. Gelombang kedua membongkar ruang privat sebagai medan politik yang sah untuk diperjuangkan. Hari ini, perjuangan itu bergerak dalam bentuk yang lebih luas: akses pendidikan, tubuh, kerja, keamanan digital, dan hak untuk mendefinisikan diri.